|
Artikel
Utama
Dokter
Kandungan Sapi

Oleh:
Drh. Heru S Prabowo
Pernahkah
anda membayangkan bagaimana rasanya bila dokter hewan bisa
melakukan pemeriksaan dan diagnosis kebuntingan pada sapi
perah dengan menggunakan alat bantu USG scanner? Pasti akan
sangat membantu.
Saya
ada sedikit pengalaman melakukannya di praktek dokter hewan
komersial saat melakukan kunjungan ke New Zealand beberapa
waktu yang lalu.
Pada
dasarnya alat yang digunakan untuk memeriksa kebuntingan sapi
adalah sama dengan yang digunakan dokter kandungan untuk melakukan
pemeriksaan kehamilan pada manusia.
Alat
untuk menscan obyek disebut probe. Ada dua jenis probe
yang dipakai, sektorial dan linear. Probe sektorial biasanya
dipakai untuk mengecekan kehamilan pada manusia. Probe ini
akan menunjukkan gambar seperti kerucut terbalik di layar
monitor. Probe linear biasanya dipakai untuk pemeriksaan kebuntingan
sapi, probe dimasukkan ke rectum dan gambar yang ditampilkan
di layar monitor akan berbentuk datar persegi panjang. Probe
linear sangat bagus digunakan untuk scanning transrektal karena
gambarnya jelas pada obyek yang berdekatan dengan probe.
Probe
-alat scanning tersebut- akan masuk ke rektum sehingga penampakan
gambar dilayar akan terlihat jelas karena dekatnya obyek yang
di scan. Probe masuk ke rektum bisa dengan mengunakan tangan
seperti saat kita melakukan palpasi rektal atau bisa menggunakan
tongkat dan menggandengkan probe dengan tongkat sehingga hanya
tongkatnya saja yang masuk ke dalam rektum tanpa perlu tangan
kita masuk ke rektum sapi.
Ada
banyak kegunaan USG scanning pada sapi. Yang paling utama
adalah diagnosis kebuntingan. Kebuntingan sudah bisa dideteksi
pada umur 25 hari setelah inseminasi. Usia kebuntingan yang
dianjurkan untuk digunakan USG scanner sebagai alat penentu
kebuntingan adalah mulai umur 30 hari setelah inseminasi.
Makin muda usia kebuntingan akan makin menurun akurasinya
dan memerlukan lebih banyak pengalaman. Usia muda kebuntingan
juga berpotensi menyebabkan kematian embrio dini bila kurang
hati-hati melakukannya. Bila kita bisa mengetahui bunting
dan tidak bunting pada sapi pada usia kebuntingan seawal 25
hari, kita bisa melakukan tindakan yang perlu untuk sapi yang
tidak bunting (sinkronisasi berahi) sehingga bisa menghemat
waktu menunggu sapi menjadi bunting.
USG
scanner juga bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan reproduksi.
Kita bisa mengetahui sapi sedang dalam fase reproduksi apa.
Apakah masih dalam fase folikuler atau luteal karena kita
bisa melihat dengan jelas gambaran ovarium dengan folikelnya
atau corpus luteumnya.
Kegunaan
lain dari USG scanner ini adalah untuk mendeteksi dan mengetahui
terjadinya kematian embrio dini. Embrio yang mati bisa terlihat
lewat layar monitor.
Kita
juga dapat menggunakan USG scanner untuk melihat jenis kelamin
pedet yang akan dilahirkan. Kita bisa melihat jenis kelamin
pedet pada usia kebuntingan 40 hari. Ini bisa dimanfaatkan
pada program embrio transfer untuk mengetahui jenis kelamin
pedet yang akan dilahirkan.
Kembar
atau tunggal juga bisa dideteksi lewat USG scanner ini. Abnormalitas
pedet juga bisa kita ketahui melalui alat ini. Apakah pedetnya
kembar siam, schistosomus reflexus, hidrochepalus dll bisa
kita ketahui.
Bila
yang ingin kita ketahui adalah bunting dan tidak bunting dari
seekor sapi, kita bisa melakukannya dengan cepat. Kecepatan
deteksi sangat ditentukan oleh alat pendukung untuk restrain
sapi. Biasanya menggunakan pit tempat pemerahan. Satu ekor
sapi, bila hanya mendeteksi bunting atau tidak bunting saja
pada usia kebuntingan 40 hari, hanya membutuhkan waktu kurang
dari 20 detik dengan tenaga yang jauh lebih sedikit bila menggunakan
tangan untuk palpasi rektal. Pengalaman menggunakan alat ini
dalam satu jam kita bisa melakukan pengecekan antara 150-200
ekor sapi hanya untuk mengetahui sapi bunting atau tidak.
Identifikasi jenis kelamin atau fungsi lain akan memerlukan
waktu yang lebih lama.
Tidak
dipungkiri, selain kemudahan dan manfaat lain yang bisa kita
peroleh, alat ini harganya relatif mahal. Sekitar 60-80 juta
tergantung modelnya. Yang bisa digunakan untuk dibawa-bawa
ke lapangan, ditaruh dipunggung dengan probe lengkap dengan
tongkatnya dan layar monitor seperti kaca mata juga ada. Seperti
model komputer yang mempunyai keyboard dengan tombol yang
banyak dan lain-lain. Banyak model dan banyak merek, tergantung
kebutuhan dan fungsi menu yang kita perlukan.
Alat
ini cocok untuk peternakan besar atau praktek dokter hewan
yang menangani hewan besar dalam jumlah banyak ataupun perguruan
tinggi tempat calon dokter hewan menempuh ilmu. Karena manfaat
yang di berikan besar.
|