|
Artikel
"VIRGIN
COCONUT OIL" (VCO)
Manfaat Ditinjau dari Aspek Kesehatan
Oleh: Dr. drh. Masdiana Padaga, M.APP.Sc
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Minyak
kelapa sebenarnya sudah lama dikenal dan digunakan oleh nenek
moyang kita, baik untuk keperluan memasak maupun untuk tujuan
pengobatan. Akan tetapi dengan adanya mitos bahwa minyak kelapa
tidak baik untuk kesehatan maka pemakaian minyak kelapa terpinggirkan
dan diganti dengan minyak lainnya. Saat ini minyak kelapa
mulai mendapat perhatian dunia karena diketahui mempunyai
banyak manfaat. Data empiris menunjukan bahwa penduduk yang
mempunyai kebiasaan mengkonsumsi minyak kelapa secara rutin
sebagai bagian dari menu makan sehari hari mempunyai system
imun yang lebih baik dan bebas dari penyakit kardiovaskuler,
kanker dan penyakit-penyakit degeneratif lainnya. Berdasarkan
kenyataan tersebut maka penelitian tentang manfaat minyak
kelapa ditinjau dari aspek kesehatan semakin meningkat dan
terbukti minyak kelapa mengandung asam lemak yang sangat baik
untuk kesehatan sehingga Dr. E.V.Carandang dalam paper "Coconut
Uses and Issues on Its Health and Nutraceutical Benefits"
menyebutkan bahwa minyak kelapa dapat digolongkan sebagai
pangan fungsional atau Nutraceutical.

KEUNGGULAN
VCO
Minyak kelapa mempunyai keunggulan dibandingkan minyak lainnya
karena hampir 50% asam lemak yang terkandung didalamnya adalah
asam laurat yang merupakan asam lemak rantai sedang (medium
chain fatty acid/ MCFA). Selama ini asam laurat digunakan
sebagai bahan baku dalam industri kosmetika, aplikasi dan
manfaatnya dalam industri pangan baru diketahui beberapa tahun
terakhir. Kandungan asam laurat yang tinggi dapat diperoleh
dari minyak kelapa murni yang lebih dikenal dengan nama "VIRGIN
COCONUT OIL" atau disingkat VCO. Perbedaan penting antara
minyak kelapa biasa dengan VCO adalah pada bahan baku dan
proses pembuatan. Minyak kelapa biasa atau dikenal dengan
nama RBD coconut oil ( refined, bleached and deodorized) diproses
dari bahan baku kopra dengan menggunakan suhu tinggi dan bahan
kimia. Sedangkan VCO diproses dari bahan baku kelapa segar
dengan suhu rendah dan tanpa menggunakan bahan kimia.
MANFAAT
ASAM LEMAK RANTAI SEDANG (MCFA) BAGI KESEHATAN
Menurut Dr. Bruce Fife penulis buku " The Healing Miracles
of coconut oil" , minyak kelapa merupakan sumber utama asam
laurat yang tergolong asam lemak rantai sedang atau yang lebih
dikenal dengan MCFA (medium chain fatty acid) sehingga minyak
kelapa saat ini banyak digunakan dalam formula makanan untuk
pasien di rumah sakit dan untuk tambahan susu formula untuk
bayi. Tidak seperti asam lemak yang lain, MCFA yang terdapat
dalam minak kelapa sangat mudah dicerna dan diserap oleh tubuh
untuk selanjutnya digunakan sebagai sumber energi yang paling
cepat sehingga sangat membantu proses penyembuhan pasien.
Untuk orang-orang yang mempunyai problem pencernaan contohnya
dalam kasus Cystic fibrosis, MCFA diperlukan sebagai nutrisi
penting yang perlu ditambahkan langsung dalam diet.
Keunggulan
MCFA dibandingkan asam lemak rantai panjang (LCFA) adalah
pada proses metabolismenya di dalam tubuh. MCFA mempunyai
molekul yang lebih kecil sehingga tidak diperlukan energi
yang tinggi dan hanya memerlukan sedikit enzim untuk memecah
lemak tsb menjadi bentuk yang siap diserap tubuh. Dengan dimikian
proses penyerapan dan distribusi dalam tubuh akan berlangsung
lebih cepat dan segera digunakan sebagai sumber energi tubuh.
Pada saat dikonsumsi MCFA akan segera dipecah oleh enzim-enzim
yang terdapat dalam saliva dan cairan lambung sehingga tidak
terlalu diperlukan proses pencernaan oleh enzim
pemecah lemak yang dihasilkan oleh pancreas sehingga beban
kerja pankreas dan sistem pencernaan tidak terlalu berat,
Hal ini sangat membantu pasien-pasien yang mempunyai problem
metabolisme dan pencernaan terutama malabsorbsi lemak dan
vit yang larut dalam lemak. MCFA juga sangat bermanfaat bagi
penderita diabetes, obesitas, pankreatitis, gangguan limpa,
dan kanker saluran pencernaan.
Pada
proses pencernaan lemak lain seperti kolesterol, asam lemak
jenuh dan asam lemak tak jenuh rantai pendek dan panjang,
sangat diperlukan enzim pankrease untuk memecah lemak menjadi
unit yang kecil. Unit-uni ini selanjutnya akan diserap oleh
intestin dalam bentuk lipoprotein yang selanjutnya masuk ke
hati untuk dirubah menjadi energi dan sebagian disimpan dalam
bentuk lemak tubuh. Dalam hal ini proses pencernaan lemak
untuk menjadi energi sangat panjang. MCFA tidak dirubah menjadi
lipoprotein tapi langsung dipecah menjadi molekul kecil, diserap
tubuh masuk ke dalam hati untuk dirubah menjadi energi sehingga
kebutuhan energi akan tercukupi dalam waktu singkat dan tidak
akan menyebabkan penimbunan lemak tubuh, peningkatan kadar
kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Di
dalam tubuh manusia atau hewan asam laurat akan menjadi monolaurin
yaitu monogliserida yang mempunyai efek antibakteri, antiviral
dan antiparasit. Dr.Enig dalam artikel "COCONUT : IN SUPPORT
OF GOOD HEALTH IN THE 21st CENTURY" menjelaskan beberapa hasil
penelitian yang sudah dilakukan sejak tahun 1978 dan terbukti
bahwa monolaurin dapat menginaktivkan beberapa bakteri pathogen
penting seperti Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus,
Streptococcus agalactiae, Streptococcus grup A,F dan G. Minyak
kelapa juga mempunyai efek antiaging sehingga dapat digunakan
untuk perawatan kulit.
Manfaat
minyak kelapa untuk kesehatan telah dibahas secara komprehensif
oleh Murray Price dalam buku "COCONUT OIL FOR YOUR HEALTH'
dan sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul
buku TERAPI MINYAK KELAPA. Saat ini penggunaan VCO untuk kesehatan
sudah mulai memasyarakat di Indonesia. Namun demikian tetap
perlu dicermati bahwa VCO dapat memberikan manfaat bagi kesehatan
jika diproduksi dengan proses yang benar dan mengandung asam
laurat tidak kurang dari 50%. Mengingat VCO mempunyai manfaat
yang cukup banyak bagi kesehatan maka tidak menutup kemungkinan
dapat digunakan juga pada bidang kesehatan ternak dan hewan
kesayangan.
|