Edisi 006
Agustus 2005

Artikel Utama
Dokter Hewan Indonesia, masihkah bertaring...?

Profil
Drh. Bambang Soetedjo

Drh. Hermanto Subaidi

Wawancara dengan Ketua PDHI Jatim II

Serbet (seputar berita terkini)
Kebijakan pemerintah tentang KESMAVET


Laporan Munas Praktisi Hewan Kecil

Seputar Avian Influenza

Konsultasi
Papilomitosis pada sapi

Kolom PIDHI

Pelatihan anggrek

Klinik
Operasi caesar pada sapi

Seri Continuing Education
Enukleasi yang Benar & Caesar pada Anjing

Kegiatan PDHI Jatim II 2005
Pameran Flora dan Fauna

Dari anda
Berubah atau Mati

Profil

Let. Kol. Purn. Drh. Bambang Soetedjo
Bersih dan Jujur


Keluarga Besar drh. Bambang Soetedjo (dari kiri ke kanan)
Ajeng Wismiyar Ratnasari, SE; Drh. Bambang Soetedjo; Mayasari, SH; Tjutjup Supriati; Lia Vitaliasari.


Kehidupan adalah perjalanan manusia yang tidak pernah dapat digambarkan gamblang oleh pelakunya. Arah dan rancangan pasti dibuat ketika manusia mulai mengerti tentang kehidupan itu sendiri. Tetapi hanya sang Khaliklah yang menentukan kemana langkah hidup itu harus ditetapkan. Itulah yang menjadikan perjalanan hidup seorang purnawirawan TNI AD sedikit berbeda dari kebanyakan dokter hewan umumnya.

Ditemui di kediamannya yang tertata rapi dan dipenuhi tanaman suflier, Letnan Kolonel Purn. Drh. Bambang Soetedjo, menerima koran PDHI dengan ramah. Meskipun baru saja sembuh dari deraan hypertrophy prostat, beliau masih sangat terlihat tegap dan bugar. Penampilannya yang necis, mengesankan gaya hidupnya yang disiplin, pola yang sudah mengakar kuat pada diri seorang prajurit.

Lahir di kota tahu, Kediri, pada tanggal 10 Oktober 67 tahun yang lalu, beliau menyelesaikan gelar dokter hewannya dari IPB tahun 1965. Segera setelah lulus, beliau bekerja sebagai tenaga sipil di Angkatan Udara di Lampung untuk mengurus 10 ekor sapi tanpa honor sepersenpun. Tidak bertahan lama di pekerjaan itu, beliau mengikuti wajib militer di Angkatan Darat dan ditempatkan di kesatuan Kesdam X Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan dengan pangkat letnan satu pada tahun 1969.
Sewaktu masih aktif di Angkatan Darat (AD) tiga tanggung jawab utama yang dipercayakan pada bapak yang suka lemper masakan ibunya ini, yakni sebagai pembina transmigrasi lokal dan para tahanan PKI, beliau juga berkecimpung di bidang biro veteriner yang didalamnya termasuk menangani bidang food security ketika presiden dan keluarganya berkunjung, atau yang di kalangan militer lebih populer disebut ring 1.
Jabatan Pembantu Dekan III Universitas Achmad Yani yang sekarang merger dengan Universitas Lambung Mangkurat diembannya hingga kepindahannya ke Jakarta pada tahun 1975 dengan pangkat kapten.
Setahun di Jakarta, 1976 beliau ditugaskan di Malang, di Kesdam V Brawijaya dan berturut-turut langkah karir kedinasannya menanjak. Tahun 1980, beliau menjabat sebagai Kasi Uji Badan. Jabatan Danden, komandan datasemen direngkuhnya tahun 1988 selama 2 tahun sebelum pada tahun 1990 menduduki kursi Wakil kepala Kesdam V Brawijaya.

Suami dari seorang ibu cantik yang bernama Tjutjup Supriati ini, mempunyai prinsip hidup ingin selalu berbuat baik terhadap sesamanya. Dalam kesatuannya, beliau sangat menerapkan ketertiban dan selalu memperhatikan anggotanya. Masa pensiun menjemputnya pada tahun 1997 sebagai Waka kesdam V Brawijaya, tetapi tidak berarti bahwa karirnya terhenti. Beliau ditugasi panglima untuk mewakili legislative AD di komisi A sebagai anggota DPRD Probolinggo sampai beberapa tahun kemudian.

Tidak ingin ilmu kedokteranhewannya kabur, praktek dokter hewan tetap dilakukan dirumahnya meskipun tidak penuh. Memelihara dan berternak ayam Bangkok juga ditekuni beliau sejak tahun 1999 hingga 2005.

Sekarang ketika usianya sudah merambat naik dan kondisi kesehatannya masih dalam masa pemulihan, beliau tidak pernah meninggalkan kebiasaan masa mudanya untuk berpuasa senin kamis. Karena beliau yakin, kedekatan padaNya akan membuahkan sebuah pribadi yang tangguh, bersih dan jujur.

Keharuan dan kehangatan yang tulus mengalir indah dari sanubari seorang bapak berputra 3, Lia, Ajeng dan Mayasari ketika koran PDHI mengakhiri perbincangan ini. (Liz)


 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by