| Seputar
Berita Tekini
AVIAN INFLUENZA
Sumber: Dinas Pertanian Bidang Peternakan Kota
Malang
Kejadian I di dunia : 1878 ( Italia )
Kejadian I di Indonesia : 1982
Booming di Indonesia : 2003
PENYEBAB
Virus Avian Influenza tipe A
Virus AI tipe A sub tipe H5N1
Karakteristik virus :
- Mati pada pemanasan 56oC selama 3 jam atau 60oC selama 30
menit dan penggunaan desinfektan
- Hidup pada suhu rendah
- Dalam air dengan suhu 22oC virus dapat hidup selama 4 hari,
sedangkan dalam air es dengan suhu 0oC bertahan lebih dari
30 hari
- Penyakit yang disebabkan virus ini belum ada obatnya, hanya
dapat dilakukan pencegahan melalui vaksinasi terhadap ayam
yang sehat.
PENULARAN
1. Udara ( Airborn Diases ) yaitu dari kotoran yang sudah
mengering dan terbawa angin
2. Kontak langsung dengan ayam yang sakit, tinja dan ingus
unggas
3. Mengkonsumsi daging ayam bila dimasak secara tidak sempurna
4. Pakan Ternak.
Hewan
rentan : Ayam ras, kalkun, babi, kuda manusia.
Kelompok berisiko:
1. Pekerja di Peternakan Ayam
2. Pekerja di Rumah Pemotongan Unggas
3. Pengepul dan Pedagang Unggas
4. Masyarakat yang tinggal di sekitar Peternakan Ayam, Rumah
Pemotongan Unggas dan Pasar Unggas
5. Orang-orang yang bekerja di Pasar Burung.
GEJALA KLINIS
A. Ayam yang tertular virus AI sebelum mati :
1. Jengger, muka dan leher bengkak serta Cyanosis
2. Bercak-bercak kemerahan pada kaki dan telapak kaki akibat
nekrose
3. Dari hidung dan mulut keluar lendir
4. pneuomonia
5. Diare berwarna kehijauan
6. Depresi dan tidak mau makan
7. Untuk ayam petelur, kerabang telur lembek
8. Ayam akan mati dalam tempo 1 hari
B. Ayam yang tertular virus AI setelah mati :
1. Diawah kulit pada bagian kaki yang tidak berbulu tampak
bercak-bercak merah
2. Daging dada, paha dan lapisan lemak diseluruh tubuh ada
bintik-bintik merah
3. Daging dada mengalami perdarahan.
PENCEGAHAN
A. Pada Usaha Peternakan yang belum tertular :
1. Desinfektan kandang, liter selalu kering, ventilasi cukup
dan sinar matahari bias masuk
2. Pembelian bibit ayam harus berasal dari peternakan yang
bebas penyakit tersebut
3. Penggunaan alat yang tidak terkontaminasi
4. Sediakan dipping desinfektan pintu masuk
5. Program vaksinasi AI secara teratur.
B. Pada Usaha peternakan yang telah tertular :
1. Melaporkan setiap kejadian penyakit unggas menular kepada
Dinas yang berwenang
2. Tidak memperdagangkan ayam sakit atau berasal dari peternakan
yang tertular
3. Melakukan pemusnahan ayam sakit dan mati dengan cara pembakaran
dan penguburan
4. Melakukan tindakan sanitasi desinfeksi terhadap kandang
dan fasilitas peternakan lainnya dengan menggunakan ammonium
kuartener formalin 5 %, senyawa yodium, Na hipoklorit / K
hipoklorit dll.
5. Kotoran unggas tidak boleh dikeluarkan
6. Bersifat kooperatif terhadap petugas
SARAN
Menjaga kebersihan lingkungan kandang dan kebersihan individu
/ pekerja kandang
1. Segera mencuci tangan setelah melakukan kontak menggunakan
bahan desinfektan
2. Para pekerja sebaiknya menggunakan alat pelindung yaitu
masker N 29, sepatu khusus, kacamata pelindung, sarung tangan
disposible dan baju pelindung
3. Daging ayam yang dimasak pada suhu 80oC selama 1 menit,
sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64oC selama
5 menit sebelum dikonsumsi
4. Sebaiknya ayam yang terinfeksi dan mati supaya dibakar
di dalam kandang dan dikubur ( jangan dibuang di luar kandang
)
5. Melapor kepada petugas yang terkait apabila dijumpai ternak
yang di duga terjangkit penyakit Flu Burung
6. Ciri-ciri daging yang sehat adalah sbb :
a. Kulit berwarna putih kekuningan, bersih dan tidak licin
b. Kulit tidak keriput, segar dan elastis
c. Antara kulit dan daging terdapat lendir tapi sedikit
d. Daging kenyal berwarna kekuningan atau merah muda segar
e. Tidak ada kandungan darah dalam daging
f. Darah bekas pemotongan masih terlihat segar.
|