Edisi 006
Agustus 2005

Artikel Utama
Dokter Hewan Indonesia, masihkah bertaring...?

Profil
Drh. Bambang Soetedjo

Drh. Hermanto Subaidi

Wawancara dengan Ketua PDHI Jatim II

Serbet (seputar berita terkini)
Kebijakan pemerintah tentang KESMAVET


Laporan Munas Praktisi Hewan Kecil

Seputar Avian Influenza

Konsultasi
Papilomitosis pada sapi

Kolom PIDHI

Pelatihan anggrek

Klinik
Operasi caesar pada sapi

Seri Continuing Education
Enukleasi yang Benar & Caesar pada Anjing

Kegiatan PDHI Jatim II 2005
Pameran Flora dan Fauna

Dari anda
Berubah atau Mati

Seputar Berita Tekini

AVIAN INFLUENZA

Sumber: Dinas Pertanian Bidang Peternakan Kota Malang

Kejadian I di dunia : 1878 ( Italia )
Kejadian I di Indonesia : 1982
Booming di Indonesia : 2003

PENYEBAB
Virus Avian Influenza tipe A
Virus AI tipe A sub tipe H5N1
Karakteristik virus :
- Mati pada pemanasan 56oC selama 3 jam atau 60oC selama 30 menit dan penggunaan desinfektan
- Hidup pada suhu rendah
- Dalam air dengan suhu 22oC virus dapat hidup selama 4 hari, sedangkan dalam air es dengan suhu 0oC bertahan lebih dari 30 hari
- Penyakit yang disebabkan virus ini belum ada obatnya, hanya dapat dilakukan pencegahan melalui vaksinasi terhadap ayam yang sehat.

PENULARAN
1. Udara ( Airborn Diases ) yaitu dari kotoran yang sudah mengering dan terbawa angin
2. Kontak langsung dengan ayam yang sakit, tinja dan ingus unggas
3. Mengkonsumsi daging ayam bila dimasak secara tidak sempurna
4. Pakan Ternak.

Hewan rentan : Ayam ras, kalkun, babi, kuda manusia.
Kelompok berisiko:
1. Pekerja di Peternakan Ayam
2. Pekerja di Rumah Pemotongan Unggas
3. Pengepul dan Pedagang Unggas
4. Masyarakat yang tinggal di sekitar Peternakan Ayam, Rumah Pemotongan Unggas dan Pasar Unggas
5. Orang-orang yang bekerja di Pasar Burung.

GEJALA KLINIS
A. Ayam yang tertular virus AI sebelum mati :
1. Jengger, muka dan leher bengkak serta Cyanosis
2. Bercak-bercak kemerahan pada kaki dan telapak kaki akibat nekrose
3. Dari hidung dan mulut keluar lendir
4. pneuomonia
5. Diare berwarna kehijauan
6. Depresi dan tidak mau makan
7. Untuk ayam petelur, kerabang telur lembek
8. Ayam akan mati dalam tempo 1 hari
B. Ayam yang tertular virus AI setelah mati :
1. Diawah kulit pada bagian kaki yang tidak berbulu tampak bercak-bercak merah
2. Daging dada, paha dan lapisan lemak diseluruh tubuh ada bintik-bintik merah
3. Daging dada mengalami perdarahan.

PENCEGAHAN
A. Pada Usaha Peternakan yang belum tertular :
1. Desinfektan kandang, liter selalu kering, ventilasi cukup dan sinar matahari bias masuk
2. Pembelian bibit ayam harus berasal dari peternakan yang bebas penyakit tersebut
3. Penggunaan alat yang tidak terkontaminasi
4. Sediakan dipping desinfektan pintu masuk
5. Program vaksinasi AI secara teratur.
B. Pada Usaha peternakan yang telah tertular :
1. Melaporkan setiap kejadian penyakit unggas menular kepada Dinas yang berwenang
2. Tidak memperdagangkan ayam sakit atau berasal dari peternakan yang tertular
3. Melakukan pemusnahan ayam sakit dan mati dengan cara pembakaran dan penguburan
4. Melakukan tindakan sanitasi desinfeksi terhadap kandang dan fasilitas peternakan lainnya dengan menggunakan ammonium kuartener formalin 5 %, senyawa yodium, Na hipoklorit / K hipoklorit dll.
5. Kotoran unggas tidak boleh dikeluarkan
6. Bersifat kooperatif terhadap petugas

SARAN
Menjaga kebersihan lingkungan kandang dan kebersihan individu / pekerja kandang
1. Segera mencuci tangan setelah melakukan kontak menggunakan bahan desinfektan
2. Para pekerja sebaiknya menggunakan alat pelindung yaitu masker N 29, sepatu khusus, kacamata pelindung, sarung tangan disposible dan baju pelindung
3. Daging ayam yang dimasak pada suhu 80oC selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64oC selama 5 menit sebelum dikonsumsi
4. Sebaiknya ayam yang terinfeksi dan mati supaya dibakar di dalam kandang dan dikubur ( jangan dibuang di luar kandang )
5. Melapor kepada petugas yang terkait apabila dijumpai ternak yang di duga terjangkit penyakit Flu Burung
6. Ciri-ciri daging yang sehat adalah sbb :
a. Kulit berwarna putih kekuningan, bersih dan tidak licin
b. Kulit tidak keriput, segar dan elastis
c. Antara kulit dan daging terdapat lendir tapi sedikit
d. Daging kenyal berwarna kekuningan atau merah muda segar
e. Tidak ada kandungan darah dalam daging
f. Darah bekas pemotongan masih terlihat segar.

 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by