|
Seri
Continuing Education
Hip Displasia Pada
Anjing dan Feline Urologic Syndrome Pada Kucing

Drh.
Koesharjono
Seekor
pasien anjing datang kepada anda dalam kondisi berjalan pincang,
ketika dilakukan palpasi anda tidak menemukan kelainan anatomi,
tidak demam. Apa yang akan anda lakukan? Kebanyakan diantara
kita hanya akan memberikan analgesic dan setelah beberapa
hari si pasien kembali datang dalam kondisi sama. Selain bingung,
apa yang anda lakukan?
Akhir-akhir
ini kasus ini banyak dibicarakan para praktisi dan banyak
ditemui di Jakarta serta Surabaya. Karena itulah PDHI Jatim
II pada tanggal 6 Oktober 2004 yang lalu mengadakan seri continuing
education bagi dokter hewan praktisi hewan kecil mengenai
hip displasia.

Para
peserta Continuing Education
Seminar
dan pelatihan yang mendatangkan seorang praktisi senior dari
Jakarta ini diikuti oleh sekitar 30 peserta bertempat di Sekolah
Tinggi Penyuluhan Pertanian, Bedali-Lawang. Drh. Koesharjono
yang menjadi pembicara dalam seminar dan pelatihan ini adalah
alumni FKH IPB yang pernah bertugas di Departemen Kesehatan
dan menjadi praktisi hewan kecil sejak tahun 1970.

Selain
Hip displasia, Drh. Koesharjono juga sekaligus menampilkan
topik penanganan kasus Feline Urologic Syndrome (FUS) yang
akhir-akhir ini banyak terjadi di Jakarta dan Bandung serta
Surabaya. Selain itu beliau juga melakukan demonstrasi penggunaan
peralatan anaesthesi inhalasi hasil rancangan beliau sendiri
serta penjelasan beberapa asil foto roentgen yang beliau bawa
dari Jakarta. Akurasi diagnosa akan semakin sempurna dengan
pengguna foto rontgen.
Seminar
dan pelathian seperti ini akan terus dilakukan secara regular
dan menunggu partisipasi teman sejawat sekalian. Siapa menyusul..?
|