|
Press
Release Departemen Pertanian
PERKEMBANGAN
PENANGGULANGAN WABAH AVIAN INFLUENZA
1.
Situasi wabah penyakit Avian Influenza (AI) yang dilaporkan
sejak bulan Agustus 2003 sampai dengan Juni 2004 telah dapat
dikendalikan melalui upaya penerapan langkah strategis penanggulangan
mulai dari pelaksanaan biosecurity yang ketat, depopulasi
daerah tertular, vaksinasi, pengendalian lalulintas, surveilance
dan penelusuran penyakit, peningkatan lesadaran masyarakat,
tindakan pemusnahan secara menyeluruh di daerah tertular baru,
restocking serta monitoring, pelaporan dan evaluasi.
2.
Kasus kematian yang terjadi di 14 propinsi tertular meliputi
9 kabupaten, sejak bulan Mei 2004 dilaporkan hanya terjadi
di Kabupaten Demak, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Gunung
Kidul. Dengan kematian unggas sejumlah 3.161 ekor, sedangkan
kematian pada bulan Juni 2004 dilaporkan hanya terjadi di
Kabupaten Tulungagung sejumlah 1.760 ekor. Sedangkan 11 propinsi
lainnya meliputi 91 Kabupaten/kota tertular lainnya sudah
tidak ada laporan terjadinya kasus Avian Influenza (AI)
3.
Pemberian kompensasi kepada peternak yang telah melakukan
depopulasi periode 29 Januari sampai Juni 2004 secara nasional
telah diberikan oleh Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan
atas nama Menteri Pertanian kepada 1.645 peternak untuk 18
kabupaten/kota dengan nilai sebesar Rp. 5.588.383.000,- yang
dipusatkan di Kabupaten Tabanan Propinsi Bali pada tanggal
1 Juli 2004
4.
Terkendalinya wabah penyakit Avian Influenza, yang dibuktikan
dengan mulai menurunnya kasus dari 14 propinsi meliputi 95
Kabupaten/kota menjadi 3 propinsi meliputi 4 kabupaten merupakan
hasil vaksinasi disamping penerapan biosecurity dan pengawasan
lalu lintas unaggas dan produknya. Untuk lebih menekan timbulnya
kasus AI maka pemerintah melalui dana tanggap darurat pada
bulan Juli akan segera melakukan gerakan vaksinasi massal
yang secara nasional dipusatkan di Desa Bangunrejo Kecamatan
Pakis Kabupaten Malang Propinsi Jawa Timur pada tanggal 15
Juli 2004.
5.
Vaksin yang digunakan dalam vaksinasi massal adalah vaksin
produksi dalam negeri yang diproduksi oleh UPT Pemerintah
(PUSVETMA dan BALITVET) sebanyak 6,5 juta dosis serta produksi
vaksin swasta, yaitu PT. Vaksindo Satwa Nusantara dan PT.
Medion Farma Jaya masing-masing 146,7 dosis. Vaksin tersebut
didistribusi ke daerah tertular AI dan persediaan stok pusat
yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan bila timbul wabah penyakit.
6.
Sebagai antisipasi timbulnya wabah penyakit AI susulan (tahap
II) yang saat ini telah merambah Cina, Thailand dan Vietnam
maka kepada seluruh jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota diminta kewaspadaannya
untuk tetap menerapkan langkah strategis penanggulanganpenyakit
AI melalui peningkatan biosecurity, vaksinasi, depopulasi,
pengendalian lalulinta unggas, produk unggas dan limbah peternakan
unggas, surveillance, stamping out, peningkatan kesadaran
masyarakat, monitoring dan evaluasi.
7.
Kepada jajaran Departemen Pertanian khususnya kepada Badan
Karantina Pertanian diminta bantuannya agar lebih meningkatkan
pengawasan lalulintas vaksin, unggas, produk unggas, dan koordinasi
dengan instansi terkait serta menerapkan sangsi sesuai peraturan
perundangan yang berlaku.
Malang, 15 Juli 2004
Menteri
Pertanian RI
Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec
|