Edisi 005
April 2005

Artikel Utama
Pendidikan Tinggi Kedokteran Hewan di Indonesia, Masih Adakah Taringnya?


Profil
Drh. Elizabeth Magdalena Plasman

Drh. Martha Sri Wilujeng

Drh. Herliantien, M.P.

Press Release DEPTAN
Perkembangan Penanggulangan Wabah Avian Influenza

Konsultasi
Vaksinasi Pada Anjing


Seri Continuing Education
Hip Displasia Pada Anjing dan Feline Urologic Syndrome Pada Kucing

Dari anda
Resolusi 2005, Keep On Clubbing!


Press Release Departemen Pertanian

PERKEMBANGAN PENANGGULANGAN WABAH AVIAN INFLUENZA

1. Situasi wabah penyakit Avian Influenza (AI) yang dilaporkan sejak bulan Agustus 2003 sampai dengan Juni 2004 telah dapat dikendalikan melalui upaya penerapan langkah strategis penanggulangan mulai dari pelaksanaan biosecurity yang ketat, depopulasi daerah tertular, vaksinasi, pengendalian lalulintas, surveilance dan penelusuran penyakit, peningkatan lesadaran masyarakat, tindakan pemusnahan secara menyeluruh di daerah tertular baru, restocking serta monitoring, pelaporan dan evaluasi.

2. Kasus kematian yang terjadi di 14 propinsi tertular meliputi 9 kabupaten, sejak bulan Mei 2004 dilaporkan hanya terjadi di Kabupaten Demak, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Gunung Kidul. Dengan kematian unggas sejumlah 3.161 ekor, sedangkan kematian pada bulan Juni 2004 dilaporkan hanya terjadi di Kabupaten Tulungagung sejumlah 1.760 ekor. Sedangkan 11 propinsi lainnya meliputi 91 Kabupaten/kota tertular lainnya sudah tidak ada laporan terjadinya kasus Avian Influenza (AI)

3. Pemberian kompensasi kepada peternak yang telah melakukan depopulasi periode 29 Januari sampai Juni 2004 secara nasional telah diberikan oleh Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan atas nama Menteri Pertanian kepada 1.645 peternak untuk 18 kabupaten/kota dengan nilai sebesar Rp. 5.588.383.000,- yang dipusatkan di Kabupaten Tabanan Propinsi Bali pada tanggal 1 Juli 2004

4. Terkendalinya wabah penyakit Avian Influenza, yang dibuktikan dengan mulai menurunnya kasus dari 14 propinsi meliputi 95 Kabupaten/kota menjadi 3 propinsi meliputi 4 kabupaten merupakan hasil vaksinasi disamping penerapan biosecurity dan pengawasan lalu lintas unaggas dan produknya. Untuk lebih menekan timbulnya kasus AI maka pemerintah melalui dana tanggap darurat pada bulan Juli akan segera melakukan gerakan vaksinasi massal yang secara nasional dipusatkan di Desa Bangunrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Propinsi Jawa Timur pada tanggal 15 Juli 2004.

5. Vaksin yang digunakan dalam vaksinasi massal adalah vaksin produksi dalam negeri yang diproduksi oleh UPT Pemerintah (PUSVETMA dan BALITVET) sebanyak 6,5 juta dosis serta produksi vaksin swasta, yaitu PT. Vaksindo Satwa Nusantara dan PT. Medion Farma Jaya masing-masing 146,7 dosis. Vaksin tersebut didistribusi ke daerah tertular AI dan persediaan stok pusat yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan bila timbul wabah penyakit.

6. Sebagai antisipasi timbulnya wabah penyakit AI susulan (tahap II) yang saat ini telah merambah Cina, Thailand dan Vietnam maka kepada seluruh jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota diminta kewaspadaannya untuk tetap menerapkan langkah strategis penanggulanganpenyakit AI melalui peningkatan biosecurity, vaksinasi, depopulasi, pengendalian lalulinta unggas, produk unggas dan limbah peternakan unggas, surveillance, stamping out, peningkatan kesadaran masyarakat, monitoring dan evaluasi.

7. Kepada jajaran Departemen Pertanian khususnya kepada Badan Karantina Pertanian diminta bantuannya agar lebih meningkatkan pengawasan lalulintas vaksin, unggas, produk unggas, dan koordinasi dengan instansi terkait serta menerapkan sangsi sesuai peraturan perundangan yang berlaku.


Malang, 15 Juli 20
04

 

Menteri Pertanian RI
Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec


 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by