|
Poultry
World
Masa
Indukan Pada Anak Ayam
Oleh: Heriyanto Putro dan Himawan
Masa
indukan pada anak ayam atau lebih dikenal sebagai masa brooding
adalah masa dimana anak ayam butuh penghangat tubuh buatan
sampai umur tertentu sampai anak ayam bisa menyesuaikan sendiri
dengan suhu lingkungannya. Masa brooding sangat menentukan
sebagai pondasi dikemudian hari agar anak ayam bisa tumbuh
secara optimal.
Ayam
bersifat homotermal (suhu tubuh tetap) sehingga membutuhkan
suhu tubuh yang konstan. suhu lingkungan yang sangat ekstrim,
akan menyebabkan ayam menderita stress, lambat tumbuh bahkan
mati. Kebutuhan temperatur pemanas di area brooding :

Pada
pemanas yang sangat baik, anak ayam harus tersebar secara
merata dalam area brooder. Adapun berbagai kondisi yang mungkin
terjadi adalah:
-
Jika banyak anak ayam bergerombol disekeliling pemanas, menunjukkan
anak ayam kedinginan
-
Jika banyak anak ayam menjauh pamanas, menunjukkan anak aya
terlalu panas
-
Jika bergerombol pada salah satu sisi, ada tujuan angin
Tingkah
laku anak ayam menunjukkan salah satu ciri, maka tindakan
dikoreksi dan penyesuaian suhu perlu dilakukan jika menemui
kondisi diatas.
Tirai
dapat digunakan untuk lebih dapat menstabilkan panas dalam
ruangan selama kurang lebih 4 hari, untuk mencegah hilangnya
panas lebih cepat. Namun perlu dipertimbangkan bila pemanas
memakai batubara/kompor karena harus membuang asap yang timbul
dari pembakaran.
Kondisi
lingkungan lain di dalam kandang yang perlu diperhatikan selama
masa brooding ialah :
-
Kepadatan kandang 750 ekor per pamanas diameter kurang lebih
2,5 meter
-
Suhu udara optimal setelah pemakaian pemanas (25-29°C)
-
Kelembaban udara optimal 60-70%
-
Kualitas Udara (kadar 02>16%, CO2<0,3%, NH3<200 ppm)
Kualitas
udaranya pada masa brooding perlu mendapat perhatian khusus.
Beberapa daerah dingin kadang menutup kandang terlalu rapat
sehingga menyebabkan kadar amonia, karbondioksida, debu dan
kelembaban yang berlebihan dan akhirnya menyebabkan iritasi
mata dan paru-paru, membuat ayam stress dan peka terhadap
penyakit.
Penerangan
pada lampu secara terus menerus pada malam hari bertujuan
agar ayam mengenal makanan dan minumannya dan anak ayam bisa
makan dan minum sesuai kebutuhannya.
Tubuh
anak ayam terdiri dari 80% air, dehidrasi 20% pada tubuhnya
dapat berakibat fatal. Anak ayam tidak perlu diberi makan
sampai umur 48 jam, karena persediaan makanan yang berasal
dari kuning telur. Air sangat dibutuhkan untuk membantu pencernaan,
pertumbuhan dan hidup pada 8-12 jam pertama.
Anak
ayam membutuhkan penambahan air gula 2% untuk menjadi ayam
yang lebih kuat. Tahap berikutnya setelah pemberian air gula,
adalah pemberian pakan dengan kualitas baik. Bentuk pakan,
ukuran pakan, dan kandungan pakan (seperti pakan yang bebas
dari mikotoksin, salmonella dan jumlah lemak yang tepat),
berperan penting dalam menjaga keutuhan saluran pencernaan
untuk mencerna gizi. Rendahnya kualitas pakan manyebabkan
iritasi pada villi usus di usia awal dan berikutnya akan mengakibatkan
keterlambatan pertumbuhan.
Target
yang harus dicapai adalah berat badan. Bagi ayam layer, berat
badan harus meningkat 2 kali pada minggu pertama. Sedangkan
broiler, 4 kali pada minggu pertama. Pengaturan temperatur
dan penerangan yang baik dan tepat, ventilasi yang memadai,
air minum dan pakan berkualitas serta menerapkan manajemen
pemeliharaan yang baik akan menyebabkan target dan keseragaman
pada masa brooding akan lebih mudah tercapai .
Kesuksesan
pada fase brooding akan mempermudah pencapaian pada target-target
berikutnya. Selamat mencoba!
|