|
W A W A S A N

Oleh:
Drh. Deddy F. Kurniawan
deddyfk@yahoo.com
Total Mixed Ration (TMR) - Ilmu Lama Dengan Paradigma Baru
Semua praktisi peternakan sapi perah komersil modern pasti memahami bahwa tidak ada satupun sistem pemberian pakan yang dapat diterapkan pada semua sistem peternakan sapi perah. Namun ada satu sistem yang dapat diterapkan hampir di semua sistem peternakan sapi perah, yaitu Total Mixed Ration (TMR) atau complete feed yang berarti ransum pakan campur.
Pada dasarnya, sistem pemberian konsentrat bercampur hijauan yang diterapkan di Indonesia telah menerapkan sistem ini namun peternak seringkali salah kaprah dalam memahami dan menerapkannya. Parahnya, tidak banyak kampanye dilakukan untuk menjelaskan masalah ini secara ilmiah sederhana dan praktis.
Beberapa keuntungan menggunakan TMR
- Sistem ini mampu memberikan kualitas pakan yang memiliki keseimbangan nutrisi bagi setiap tahap perkembangan sapi perah. Perlu diingat, setiap tahapan perkembangan sapi memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.
- Kita dapat menggunakan bahan pakan yang bermacam-macam sesuai ketersediaan. Akhir-akhir ini peternak panik karena sangat tergantung pada wheat pollard padahal ada banyak bahan lain yang bisa digunakan.
- Kita dapat menggunakan bahan pakan yang lebih bervariasi. Kita hanya membutuhkan infomasi tentang harga, standar protein dan Dry Matter (bahan kering) setiap bahan yang ingin digunakan dan mengaturnya sesuai kebutuhan kita.
- Sistem ini memberikan kemudahan bagi kita untuk melakukan control nutrisi, kualitas, kuantitas dan nilai ekonomis (target harga) pada pakan yang akan kita berikan. Perlu diingat bahwa 70%
dari total pengeluaran adalah pada pakan, sehingga perhatian pada masalah ini adalah mutlak.
Bagaimana memulai penerapan sistem TMR?
Patokan pemberian pakan sapi perah yang benar adalah berdasarkan berat bahan kering (dry matter) dalam pakan yang diberikan dan bukan total berat pakan segar.
Jika kita memberikan 50 kg rumput segar, ternyata sebenarnya bukan 50 kg itu yang kita berikan karena dalam 50 kg itu, sebagiannya adalah air dan sebagiannya adalah bahan kering. Keterangan tentang kandungan standar bahan kering setiap bahan pakan dapat dengan mudah ditemukan dan mempermudah dalam penyusunan ransum pakan.
Modal awal yang dibutuhkan adalah pemahaman bahwa setiap sapi yang berbeda tahap kehidupannya akan memiliki perbedaan kebutuhan. Sebagai contoh, sapi yang berada dalam masa awal laktasi membutuhkan kadar protein dan dry matter intake berbeda dengan yang sedang dalam masa laktasi akhir. Pedet yang berumur kurang dari 4 bulan juga membutuhkan dry matter intake dan kadar protein yang berbeda dibanding dara siap kawin.
Berikutnya yang dibutuhkan adalah pemahaman bahwa setiap bahan pakan memiliki perbedaan kadar protein, dry mater dan digestivability nutrient. Informasi ini sangat mudah didapat dari banyak sumber.
Pengetahuan ketiga yang dibutuhkan adalah pengetahuan tentang jenis bahan tertentu yang harus dibatasi penggunaannya dalam pakan karena bisa berefek negatif jika diberikan secara berlebihan. Sebagai contoh urea yang dikenal sebagai sumber protein yang murah. Beberapa pabrik menggunakan urea untuk meningkatkan kadar protein dalam konsentrat yang diproduksi. Jika penggunaannya melebihi kadar maksimal, urea dapat mengakibatkan keracunan yang berkibat kematian mendadak.
Infomasi berikutnya adalah harga bahan pakan yang tersedia di sekitar. Tidak perlu menggunakan bahan terbaik jika ternyata bahan tersebut ternyata sangat terbatas, mahal dan sulit tejangkau. Pemilihan bahan pakan yang bijaksana dapat meningkatkan keuntungan yang signifikan.
Penyusunan TMR secara sederhana
Sebenarnya, penyusunan TMR bukanlah hal yang rumit jika ke empat pengetahuan diatas telah dikuasai. Rumus sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel dapat dengan mudah memberikan gambaran TMR yang diinginkan sesuai bahan yang tersedia, tidak harus menjadi profesor untuk menyusun ransum akan sapi perah. Anda hanya tinggal mengkombinasikan informasi tentang kadar protein, dry matter dan harga bahan pakan kemudian melakukan kalkulasi akan target pakan setiap grup sapi yang diinginkan.
Pencampuran bahan pakan
Langkah berikutnya adalah memikirkan teknik pencampuran bahan yang telah dipilih. Anda bisa mencampur secara manual (jika jumlah sapi tidak banyak) atau menggunakan mesin mixer dengan kapasitas yang bervariasi. Barangkali ide kepemilikan mixer dan pembuatan TMR secara kolektif bisa menjadi pilihan
yang bagus.
Peran Dokter Hewan dalam TMR
Penyusunan ransum pakan bukan hanya hak nutrisionis saja, namun dokter hewan juga harus mengambil peranan strategis karena dokter hewan memahami fungsi fisiologis sapi perah yang dihadapi.
Wilayah pelayanan dokter hewan bukan hanya wilayah medis praktis, namun juga sebagai konsultan yang mampu memberikan solusi masalah yang dihadapi peternak (yang rata2 adalah golongan menengah kebawah).
Ketrampilan dokter hewan dalam pemahaman pakan (dalam hal ini TMR) akan sangat membantu keahlian dan popularitas mereka di tengah masyarakat.
|