|
K E G I A T A N

Sarasehan Dokter Hewan Praktisi Sapi
Anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Timur II memiliki latar belakang yang beragam, diantaranya adalah bekerja dalam bidang pelayanan kesehatan dan peningkatan produksi di peternakan sapi potong maupun sapi perah.
 |
| Para peserta sarasehan dokter hewan praktisi sapi. |
|
Meskipun telah memiliki wadah yang bernaman Ikatan Dokter Hewan Sapi Perah Indonesia (IDHSPI), namun telah lama tidak terdengar aktivitasnya terutama dalam penyelengaraan Pendidikan Berkelanjutan.
Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahun dan share pengalaman masing-masing anggota dokter hewan sapi perah, maka PDHI Jatim II menyelenggarakan sarasehan tentang Tantangan Profesionalisme Dokter Hewan Sapi Perah. Bertempat di kantor sekretariat PDHI Jatim II,
Jl. Suropati No 108 Batu. Pada hari Sabtu, 18 April 2009. Acara di mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB.
Kegiatan sarasehan tersebut baru pertama kali diadakan oleh PDHI Jatim II di era kepengurusan tahun 2007-2010. Peserta yang hadir sebanyak kurang lebih 30 orang praktisi hewan besar. Di antaranya praktisi dari KUD, Koperasi, praktisi mandiri, praktisi Dinas Peternakan, teknikal servis perusahaan obat hewan besar, praktisi yang bekerja di Peternakan Sapi Perah dari Malang, Kediri, Tulung Agung, Pasuruan dan Blitar.
Kegiatan sarasehan dimoderatori Drh. Deddy F. Kurniawan, dengan pembicara sarasehan terdiri dari dokter hewan era ’80-an,diwakili Drh. Rainy Maya dari Malang , kelompok dokter hewan era ’90-an diwakili oleh Drh.Mudjijono dari Tulungagung dan kelompok dokter hewan era 2000-an diwakili oleh Drh. Pujiono dari Kediri.
Masing-masing praktisi mengemukakan pendapat tentang bagaimana perkembangan dan tantangan dokter hewan praktisi sapi di masa depan dalam meningkatkan pengetahuan, pelayanan kesehatan sapi serta usaha meningkatkan produksi dalam memenuhi kebutuhan nasional .
Selama sarasehan didapatkan kesimpulan yaitu akan dibentuk Vet Training, suatu Pendidikan Berkelanjutan khusus dokter hewan dibidang ternak besar.
Diharapkan praktisi dokter hewan lebih profesional di bidangnya.
|