Edisi XII
Juli 2009

Halo Dokter Hewan
Satu Abad Dokter Hewan Indonesia

Visi
Dokter Hewan, Terus Belajar & Berjuanglah

Be A Professional Practician
In Globalization Era

Wawasan
Total Mixed Ration - Ilmu Lama dengan
Paradigma Baru

New Neurological
Distemper Symptom


Satwa
Konferensi Global
“Animal Welfare”

Kegiatan
Bakti Sosial di Pusat Pertokoan, Mengapa Tidak?

Penerbitan Buku 100 Tahun Kedokteran Hewan Indonesia

Pelantikan & Pengesahan
Pengurus PDHI Cabang Jatim IV

Sarasehan Dokter Hewan
Praktisi Sapi

Klinik
Rabies, Antara Edukasi, Bisnis, dan Ancaman

Distomatosis pada Hewan Qurban


K E G I A T A N

Pengesahan & Pelantikan Pengurus PDHI Cabang Jawa Timur IV

Dengan alasan lokasi yang jauh dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Timur II dan III, berpotensi dengan jumlah anggota dokter hewan sekitar 40 orang dan kurangnya sosialisasi perhimpunan dokter hewan karena alasan jarak, maka, Banyuwangi memutuskan membentuk PDHI cabang Jawa Timur IV.

Banyuwangi juga merupakan sebuah kota yang penting karena menjadi pusat lalulintas hewan, terutama sebagai penghubung pulau Jawa dan Bali. Kewaspadaan perlu ditingkatkan apalagi pada saat ini Bali sedang marak penyakit Rabies.

Pengesahan & Pelantikan Pengurus PDHI Jatim IV
Banyuwangi - Jawa Timur, 28 Maret 2009

Bertempat di Aula Dinas Peternakan kabupaten Banyuwangi, Sabtu, 28 Maret 2009 telah dilaksanakan acara pengesahan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Timur IV sebagai cabang ke 40. Pelantikan pengurus PDHI Jatim IV langsung dilakukan oleh Ketua PB PDHI, Drh. Wiwiek Bagja. Saat ini Ketua PDHI Jatim IV adalah Drh. Samsuri, M.Si.,, sehari-harinya beliau adalah Dosen di Fakutas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.

Acara pelantikan dihadiri oleh Bupati Banyuwangi yang diwakili oleh stafnya; Dinas Peternakan Kabupaten Banyuwangi; Dokter Hewan se- Banyuwangi; pecinta hewan kesayangan di Banyuwangi; Ketua PDHI Jatim II Drh. Rainymaya, dan beberapa kolega dokter hewan dari Redaksi Koran PDHI dan klinik hewan Suropati.

Dalam sambutannya, Drh. Wiwiek Bagja menjelaskan bahwa profesi dokter hewan berbeda dengan sarjana lainnya, karena Dokter Hewan merupakan profesi penyembuh yang dituntut profesionalitasnya untuk melakukan diagnosa dan terapi secara cepat dan tepat. Dokter hewan merupakan profesi tersumpah sehingga dituntut tanggung jawab yang lebih dari segi moral, ketrampilan, dan pengetahuan dokter hewan untuk bisa lebih professional dalam menjalankan profesinya.

Saat ini profesi dokter hewan di Indonesia masih di pandang sebelah mata, padahal apabila dilihat secara global profesi dokter hewan sangat dibutuhkan. Dokter hewan tidak hanya bergerak dibidang ekonomi saja, tapi juga bertanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa.

Tantangan terbesar dokter hewan dalam kaitannya mencerdaskan masyarakat Indonesia adalah meningkatkan konsumsi protein hewani. Saat ini Indonesia masih menduduki peringkat terendah konsumsi protein hewan seperti telur, susu, daging di ASEAN. Kapan target menciptakan Indonesia cerdas kalau dalam satu tahun konsumsi daging masyarakat Indonesia hanya 1,4 Kg, sedang susu 1 tetes per hari setiap orang. Adalah tugas kita sebagai dokter hewan untuk bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat agar bisa meningkatkan konsumsi protein.

Dibidang peternakan, Dokter Hewan diminta bertanggung jawab terhadap produksi ternak yang berkualitas serta menjamin kehalalan hasil olahan asal ternak. Di bidang lain Dokter hewan juga ikut serta bertanggung jawab terhadap usaha perlindungan dan pelestarian satwa liar, meningkatkan kesejahteraan hewan kesayangan, hewan ternak, hewan akuatik, hewan coba.

Diharapkan dengan berkembangnya cabang dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Jawa Timur, profesi dokter hewan bisa lebih maju dan bisa segera menempatkan posisi profesi Dokter Hewan ditempat yang lebih penting untuk kemakmuran masyarakat Indonesia.


 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by