Edisi XII
Juli 2009

Halo Dokter Hewan
Satu Abad Dokter Hewan Indonesia

Visi
Dokter Hewan, Terus Belajar & Berjuanglah

Be A Professional Practician
In Globalization Era

Wawasan
Total Mixed Ration - Ilmu Lama dengan
Paradigma Baru

New Neurological
Distemper Symptom


Satwa
Konferensi Global
“Animal Welfare”

Kegiatan
Bakti Sosial di Pusat Pertokoan, Mengapa Tidak?

Penerbitan Buku 100 Tahun Kedokteran Hewan Indonesia

Pelantikan & Pengesahan
Pengurus PDHI Cabang Jatim IV

Sarasehan Dokter Hewan
Praktisi Sapi

Klinik
Rabies, Antara Edukasi, Bisnis, dan Ancaman

Distomatosis pada Hewan Qurban


V I S I


Oleh:
Drh. Ni Luh Putu Mirnawati
Batu - Jawa Timur

Dokter Hewan, Terus Belajar & Berjuanglah

Seminar nasional tentang “Be a Professional Practicing in Globalization Era” diselenggarakan oleh oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor pada tanggal 13 Desember 2008.

Dengan sponsor dari PT. Pfizer, Royal Canin, Whiskas, Science Diet serta InfoVet menampilkan Drh. Cucu Kartini Sajuthi sebagai pembicara utama dan Drh. Wela, Companion Animal Technical Advisor dari PT. Pfizer Indonesia sebagai pembicara kedua.

Pesan yang disampaikan selama pelaksanaan seminar adalah bagaimana dokter hewan Indonesia sebaiknya bersikap dan melakukan persiapan-persiapan dalam menghadapi persaingan antar dokter hewan khususnya di era globalisasi. Dibutuhkan strategi khusus, karena bukan hal mudah bagi dokter hewan Indonesia harus bersaing dengan dokter hewan asing yang masuk ke Indonesia. Namun tidak sulit juga bilamana kita mau terus belajar dan berjuang.

Diharapkan tantangan di era globalisasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh dokter hewan Indonesia tanpa memandang latar belakang untuk tidak mudah menyerah.

Sebanyak 250 peserta seminar dan acara dibuka langsung oleh Dr. Drh. I Wayan Teguh Wibawan, dekan FKH IPB. Selain presentasi dan diskusi tentang topik yang disampaikan, para peserta seminar juga diperkenankan untuk mengunjungi Rumah Sakit Hewan FKH IPB.
Diawali dengan pemaparan profile pembicara dalam perjuangannya di awal kegiatan-nya untuk merintis karier sebagai praktisi dokter hewan kecil di Jakarta.

Dengan semangat, keyakinan serta memberikan yang terbaik menjadi acuan bahwa kita bisa melakukannya. Terbukti, Drh. Cucu Kartini S adalah salah satu dokter hewan terbaik di Indonesia. Keteladanannya mampu menjadi pemacu semangat dokter hewan lain di Indonesia.

Berikut rangkuman diskusi selama kegiatan seminar berlangsung

Bagaimana cara menghadapi era globalisasi yang akan segera datang?

Bersikap optimis, mau tidak mau kita sebagai dokter hewan harus siap dan mampu dengan cara menyusun strategi, menjalani beberapa tahapan-tahapan dan didukung dengan dasar pengetahuan yang kuat.

Terus berjuang dan saling bahu-membahu antar dokter hewan di Indonesia dalam mengimplementasikan etika profesi.

Jangan pernah layu dengan isu globalisasi, namun menjadikan era globalisasi sebagai tantangan untuk berfikir lebih agresif, positif dan mau membuka diri (melalui FKH, PDHI dan Organisasi Non Teritorial).

Dokter Hewan sebaiknya lebih fokus pada bidang dan minat masing-masing. Namun pada kenyataannya, belum 100% dokter hewan kita siap bersaing. Mereka merasa merasa masih kurang pengetahuan, belum cukup mampu dan merasa tertinggal jauh.

Bagaimanapun kondisinya perjuangan harus terus ditegakkan. Adapun kunci utama berjuang adalah harus sanggup bertahan dan mempertahankan pasaran yang sedang berlang-sung saat ini, dengan salah satu cara yaitu saling berbagi.

Realitas di lapangan saat ini?

Khusus kota besar, banyak sekali pola pikir yang berubah dan maunya serba “instant”. Hal ini disebabkan oleh seiring perkembangan jaman (kemajuan ekonomi, teknologi dan kepedulian pengguna jasa) yang menyebabkan asumsi pengguna jasa berubah.

Tuntutan pasar mengharuskan perubahan jasa “murni” kearah “bisnis jasa” (tergantung manajemen dan pola pikir dokter hewan, misalnya dalam menentukan tarif)

Kebebasan pola pikir menuntut kesadaran akan hukum. Dalam arti bahwa dokter hewan harus siap mengikuti rambu-rambu dan payung hukum yang berlaku.

Adanya banyak perubahan minat klien dalam memelihara hewan kesayangannya (pet animal). Dibandingkan 10 tahun lalu, hewan kesayangan hanya dijadikan sebagai penjaga rumah, prestise dan penunjang ekonomi semata. Namun saat ini pet animal sebagai bagian dari kehidupan sosial dan anggota keluarga, dan bila sebagai penunjang ekonomi disertai dengan memperhatikan kesejahteraan hewan.

Langkah-langkah apa yang harus dilakukan?

1. Menggali kekuatan
Dengan menggali kekuatan diri, seperti Profesional secara skill (kemampuan), knowledge (pengetahuan), attitude (sikap) dan performance (penampilan).

Menyiapkan sikap dan mental untuk berjuang dan didukung dengan jiwa dalam melakukan pelayanan jasa. Diharapkan setiap dokter hewan menyiapkan rencana masa depan dan yang berwawasan yang lebih luas dan lebih ke depan.

Dengan menggali kekuatan modal Sumber Daya Manusia untuk selalu konsisten, passion (memiliki empathy) fokus dan selalu mau belajar.

Adanya buku pegangan (text book) yang selalu setia menemaki ketika pengetahuan harus di tambag. Begipula peralatan dan instrument yang selalu dirawat dan di upgrade.

2. Mempersiapkan fisik dan mental
Sehat jasmani (kuat fisik), jiwa yang selalu berfikiran positif dan jujur berlandaskan pada kepercayaan/agama, sedikit mempelajari buku-buku psikologi sehubungan dengan pemahaman karakter orang/klien.

3. Memiliki wawasan ke depan
Selalu mengikuti perkembangan dan jeli dalam melihat peluang pasar. Mempunyai kemampuan /jeli dalam menganalisa tantangan secara cermat untuk “ kapan harus memulai, menunda atau menghentikan?”.

Selalu fokus, konsisten, tidak pernah bosan dan tidak malas belajar untuk menambah pengetahuan seperti mengikuti seminar/workshop, continuing education, short course dll).

Yang menjadi tuntutan klien terhadap dokter hewan praktisi?

Kesembuhan, “doctor cares to my pets and me”, mempunyai kepedulian terhadap kesejahteraan hewan serta mempunyai pengetahuan yang luas dan memahami serta mengerti akan perkembangan dunia hewan kesayangan (pet animals).

Masalah yang sering dijumpai

Terbatasnya barang-barang (perlengkapan medis), obat-obatan, khususnya untuk hewan yang legal di pasaran mejadi kendala dalam melakukan profesi jasa bagi hewan. Sampai saat ini dunia kedokteran hewan masih menggunakan obat-obat manusia.

Terbatasnya pengetahuan akan perkembangan alat dan penggunaan obat yang masih menggunakan instrumen model lama (syringe, benang, infus dll), juga menjadi kendala utama bagi keprofesionalan dokter hewan.

Beberapa penyakit terkini dan yang akan datang

Beberapa penyakit yang harus menjadi perhatian dokter hewan dalam penangannya adalah beberapa penyakit menular, penyakit geriatri, penyakit gangguan sistem imun, penyakit spesial kucing dan kasus penyakit pada hewan eksotik kesayangan.

Semoga apa yang telah dibagikan oleh drh. Cucu Kartini menjadi pemacu semangat bagi para dokter hewan di seluruh Indonesia untuk bangkit, berkarya memperjuangkan profesi dokter hewan, memperjuangkan kesejahteraan hewan dan sampai bertemu di era globalisasi yang akan datang.

Go Veterinarian, Go!!!


 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by