Edisi XI
Oktober 2008

Halo Dokter Hewan
Semangat Profesional Dokter Hewan

Visi
Program Indonesia Sebagai Kolam Susu

Wawasan
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Bagi Dokter Hewan

Satwa
Lembaga Konservasi

Unggas
Konsep Kesejahteraan Hewan Untuk Peternakan Ayam


Pakan: Alternatif Self-Mixing

Continuing Education
Pendidikan Berkelanjutan Menuju Spesialisasi Praktisi Hewan Kesayangan

CE PDHI Jatim II 2008

Lokakarya
Lokakarya Profesi Dokter Hewan

Profil Lab
Sekilas Tentang Labkeswan Disnak Blitar

Klinik
Tablet Vitamin C Pencegah Diare Pedet

Lebih Baik Menjadi Lain dari yang Lain

Tanya & Jawab Klinik

Brain Drain
Omne Vivum Ex Ovo

Pojok
Selayang Pandang Munas ADHPHKI


K L I N I K


TANYA:

Saya agak tertarik karena kasus penyakit pada Dede si “Manusia Kayu” yang beritanya sempat heboh di media televisi, ternyata memiliki kemiripan dengan kasus penyakit yang terdapat dalam foto sapi yang saya kirim. Meskipun berbeda causa-nya.

Selama ini penyakit tersebut saya tangani dengan manual terapi, yaitu antara lain: pencabutan dan dibantu dengan Antibiotik, Analgesik, Antiinflamasi, sebagai kelanjutan dari manual terapi yang saya lakukan. Pengobatan sistemik dengan ivermectin dan oral anti paracitik juga tidak menghasilkan kesembuhan yang memuaskan, predileksi penyakit tersebut pada daun telinga, anggota gerak dan bisa parah hampir 100% dari seluruh tubuh sapi bisa dijangkiti penyakit tersebut.

Dalam pikiran saya juga terbersit apakah penyakit tersebut causanya sama dengan Dede yaitu gangguan imunologi? Ataukah Parasit? Mungkin ada sejawat PDHI yang bisa membantu meringankan tugas saya, karena dalam setahun biasanya ada sekitar 1-3 eor yang terkene penyakit tersebut.

Terima kasih atas perhatiannya.

Drh. Nemu Hermawan
Praktisi Dokter Hewan ternak besar
Puspo-Pasuruan Jawa Timur

  

JAWAB:

Saya mencoba memberi masukan tentang kasus Drh Nemu Hermawan:
Kesan pertama yang saya dapat adalah terjadinya hiperkeratosis pada lapisan epidermis kulit (terjadinya “crust” pada kulit). Pada kasus yang ditemukan difoto, terjadi pada kulit luar dari telinga sapi.

Addressing masalahnya bisa diarahkan ke sana. Lihat faktor apa yang mempengaruhi terjadinya hiperkeratosis.

Dugaan pertama saya ada hubungannya dengan jamur. Mungkin bentuk ringworm yang kronis.
Dugaan kedua saya ada hubungannya dengan defisiensi mineral. Zinc defisiensi bisa menyebabkan gangguan kulit seperti itu. Bila masalah nutrisi yang terjadi, kemungkinan ada polanya. Lokasi, musim, umur ternak mungkin bisa dipelajari lebih detail secara epidemiologi.

Saran saya:
Coba ambil sampel jaringannya, crust kulitnya. memastikan bukan karena ektoparasit. Ambil sampel darahnya untuk memastikan level Zn nya. Kirim ke FKH di Surabaya dan minta saran ke para ahlinya. Sebenarnya, Zn lebih mewakili levelnya bila diambil lewat liver biopsy, tetapi saya tidak tahu apakah lab kita bisa mengeceknya.

Bila benar zinc defisiensi, Zinc bisa diberikan lewat pakan atau minum. Bisa Zinc organis, lebih baik yaitu Zinc Methionine atau zinc anorganik, Zinc sulfat. Coba dieksplor lagi, berapa level Zinc normal dan berapa suplementasi di pakan yang bisa diberikan.

Hitung -hitung belajar lagi. Iya kan? Never stop learning.

Drh. Heru S. Prabowo



 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by