Edisi XI
Oktober 2008

Halo Dokter Hewan
Semangat Profesional Dokter Hewan

Visi
Program Indonesia Sebagai Kolam Susu

Wawasan
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Bagi Dokter Hewan

Satwa
Lembaga Konservasi

Unggas
Konsep Kesejahteraan Hewan Untuk Peternakan Ayam


Pakan: Alternatif Self-Mixing

Continuing Education
Pendidikan Berkelanjutan Menuju Spesialisasi Praktisi Hewan Kesayangan

CE PDHI Jatim II 2008

Lokakarya
Lokakarya Profesi Dokter Hewan

Profil Lab
Sekilas Tentang Labkeswan Disnak Blitar

Klinik
Tablet Vitamin C Pencegah Diare Pedet

Lebih Baik Menjadi Lain dari yang Lain

Tanya & Jawab Klinik

Brain Drain
Omne Vivum Ex Ovo

Pojok
Selayang Pandang Munas ADHPHKI


U N G G A S


Oleh:

Drh. Luki K. Wardhani
Malang - Jawa Timur
drh-luki@telkom.net

Konsep Kesejahteraan Hewan Untuk Peternakan Ayam

Lebih dari 1,15 milyar ayam dipelihara secara intensif di Indonesia. Sistem pemeliharan yang menghasilkan lebih banyak telur dan daging ayam dalam waktu yang relatif singkat, namun menyebabkan penderitaan fisik maupun psikologis bagi ayam.

Farmer Education oleh Srikandi Animal Care (SAC) di Blitar, Jawa Timur.

Dengan alasan untuk meningkatkan kehidupan ayam sealami mungkin dengan menyediakan kandang yang meleluaskan bagi ayam untuk bergerak, mengepakkan sayap, bertengger, mandi debu, serta mencari serangga untuk kebutuhan makan bahkan untuk bersarang. Maka karena alasan tersebut, dibeberapa negara Eropa pemeliharaan ayam dalam kandang intensive dilarang.

Hal yang lebih serious terhadap upaya pelarangan tersebut adalah perhatian terhadap kelangsungan ketersediaan makanan asal hewan yang sehat dan berkualitas, mencegah penyebaran penyakit, dampak buruk terhadap lingkungan serta kondisi ekonomi masyarakat pedesaan dari pemeliharaan ayam secara intensive.

Di beberapa negara Asia promosi terhadap sistem pemeliharaan yang kurang mensejahterakan hewan dan akan berdampak terhadap kesehatan dan penyebaran penyakit mulai diperkenalkan. Apalagi kasus flu burung yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia serta perekonomian Indonesia baru saja usai.. Bagaimana kita menyikapi informasi yang tergolong masih baru ini?

Dengan adanya promosi konsep kesejahteraan hewan untuk industri ternak ayam sebagai komoditi pangan, menjadi tantangan bagi Indonesia untuk kedepannya sanggup mendirikan kawasan peternakan ayam yang mengarah ke peningkatan kualiats hidup ternak ayam demi penyediaan hasil ternak yang sehat dan berkualitas.

Dengan adanya tantangan tersebut, Srikandi Animal Care (SAC) didukung oleh Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animal (RSPCA) International, dan bekerja sama dengan Dinas Peternakan kabupaten Blitar serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia cabang Jawa Timur II, mengadakan sosialisasi KONSEP KESEJAHTERAAN HEWAN untuk Peternakan Ayam dalam bentuk FARMER EDUCATION. Tujuan dalam penyelenggaraan kegiatan ini adalah :

1.
Meningkatkan pengetahuan peternak tentang manajemen kesehatan ternak ayam
2.
Menambah wawasan peternak ayam tentang pentingnya kesejahteraan hewan ternak

Penyelenggaraan FARMER EDUCATION dipusatkan di Blitar. Sebagai pusat peternakan ayam di Jawa Timur dengan populasi ayam sekitar 15 juta ekor dengan jumlah peternak sekitar 300 peternak. Hasil produksi ternak ayam di Blitar mampu mensupply 30% kebutuhan nasional.

Kegiatan sosialisasi kesejahteraan hewan untuk ternak ayam, diadakan di beberapa tempat yaitu Wlingi, Kademangan, Wonodadi, Srengat dengan mengunjungi kelompok peternak dan beberapa kandang peternak ayam.

Selama kegiatan berlangsung team SAC memberikan penjelasan tentang KONSEP KESEJAHTERAAN HEWAN untuk ternak ayam yang dapat meningkatkan produksi ternak ayam yang sehat dan berkualitas, mengurangi penyebaran penyakit, mencipkan peternakan yang ramah lingkungan dan menigkatkan pendapatan peternak.

 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by