|
P O J O K
PDHI Jatim II dan Penyembelihan Qurban
Oleh:
Drh. H. Awang Teja Satria
Praktisi hewan kesayangan
Malang - Jawa Timur
awang_ts@yahoo.com
Drh. Pandu Tri Bakti
Praktisi hewan kesayangan
Malang - Jawa Timur
pandu3b@yahoo.com
Salah satu ibadah yang harus dilaksanakan oleh kaum muslimin yang memiliki kemampuan dari segi harta pada hari raya Idul Adha adalah menyembelih hewan qurban, baik berupa kambing, sapi, kerbau atau unta. Qurban berasal dari kata “Qoruba” yang artinya dekat. Dengan demikian qurban merupakan salah satu bentuk pendidikan dan realisasi taqorrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah).
Pengalaman PDHI Jatim II yang dilakukan bersama anggotanya dalam ikut serta mengamankan bahan makanan asal hewan yang akan dibagikan kepada yang berhak sehingga aman dari bahaya penyakit. Beberapa anggota PDHI Jatim II sudah berperan aktif untuk melakukan penyembelihan serta pemeriksaan daging hewan qurban sejak 1999 dibeberapa masjid di Malang. Sebut saja Drh. H. Awang T. Satria yang rutin setiap tahunnya dipercaya menjadi petugas medis untuk satwa dilindungi dan menjadi bagian dari panitia Idul Qurban di STIE Malang Kucecwara dari tahun 1999 hingga sekarang. Sedangkan Drh. Pandu Tri Bakti dipercaya dengan tugas yang sama di masjid Nurul Islam, Bukit Cemara Tujuh, Tlogo Mas, Malang sejak tahun 2005.

Drh. H. Awang Teja Satria saat penyembelihan qurban di STIE Malang Kucecwara, Jawa Timur.
Untuk kepanitiaan hari Idul Qurban di tempat Drh. Awang bekerja, selalu melibatkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kerohaniaan Mahasiswa (UKM). Dan ini benar-benar sangat efektif dalam mempercepat proses pemotongan maupun pendistribusian daging hewan qurban ke sasaran yang telah di petakan sebelumnya. Dari hasil pengamatan post mortem rata-rata ada 2 atau 3 ekor sapi yang pada organ hatinya ditemukan adanya cacing hati (Fasciola hepatica) dalam jumlah yang tidak sedikit. Sehingga hal tersebut memaksa Drh. Awang untuk mengafkir organ hati tersebut, terutama yang sudah benar-benar Cirrhosis.

Drh. Pandu Tri Bakti saat penyembelihan qurban di Tlogomas - Malang, Jawa Timur.
Pengalaman berbeda yang ditemukan Drh. Pandu sewaktu membantu penyembelihan dan pemeriksaan hewan qurban pada Desember 2007 di Tlogomas. Dari 35 ekor kambing jawa jantan dan 2 ekor sapi PO yang siap untuk disembelih, ditemukan 2 organ hati kambing terinfeksi fasiola (fasioliosis), sepasang organ paru-paru kambing yang diduga pneumonia dan 1 organ hati sapi yang terinfeksi fasiola. Untuk keamanan produk asal hewan tersebut, semua organ yang tidak layak untuk dikonsumsi dimusnahkan (dikubur).
Dari pengalaman sebagian dokter hewan, adalah suatu harapan bahwa di masa mendatang bagaimana mengoptimalkan pengawasan/monitoring secara rutin dari pihak yang berwenang (khususnya pemerintah/Dinas Peternakan) terhadap pemberantasan atau setidaknya pencegahan intensif terhadap penyebaran Fascioliosis.
Semoga profesi dokter hewan semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan mengoptimalkan skill dan kinerja kita dalam pengamanan makanan asal hewan dari penyakit selama Hari Raya Idul Qurban. |