|
P R O F I L
Drh. Pandu Tri Bakti - 'Sense of Belonging' Anggota PDHI
 |
Nama
Tpt & Tgl Lahir
Alamat
Istri
Anak
Pengalaman
Profesi |
:
:
:
:
:
:
|
Drh. Pandu Tri Bakti
Lamongan, 11 April 1954
Bukit Cemara Tujuh Kav. 44
Malang - Jawa Timur
Endang Triesemiati
Agtifa Primadani
Aviameirda Syahbani
Addelina Trisagita
1981-1990 Agriculture (supervisor)
1990-1999 KUD Krg.ploso (sapi perah)
2000-2004 Koperasi Pembibitan (Kosbit)
2004-skrg Praktisi Dokter Hewan |
Bukan suatu kebetulan setelah kepulangannya dari Jepang pada tahun 1999 Drh. Pandu Tri Bakti diminta untuk menjadi ketua PDHI cabang Jawa Timur II periode 1999-2004. Keinginannya untuk meningkatkan kebersamaan serta kerukunan antar kolega dokter hewan dari berbagai macam latar belakang melalui ikatan silaturrahim telah membuktikan bahwa Alumni fakultas Kedokteran Hewan Airlangga tahun 1981 yang memliki hobi membaca dan fotografi ini mampu memberikan warna baru bagi perhimpunan profesi dokter hewan saat itu.
Pada masa kepemimpinannya dan untuk pertama kalinya bagi anggota Perhimpunan Dokter Hewan di Jawa Timur II adalah menerapkan iuran bagi anggotanya. Alasan yang cukup berani yang diterapkan oleh Drh. Pandu adalah mengajak anggota PDHI mempunyai rasa memiliki (sense of belonging) kepada perhimpunan. "Dengan adanya rasa saling memiliki terhadap perhimpunan dokter hewan diharapkan semua anggotanya dapat berbuat dan memberikan yang terbaik bagi profesinya. dan masyarakat Indonesia”, tuturnya. "Jangan pernah mengharap mendapatkan kekayaan berupa uang dari Perhimpunan ini, justru kita harus menyumbang tenaga, pikiran dan dana untuk peningkatan keprofesian kita demi masa depan dan tanggung jawab kita sebagai pelayan kesehatan hewan".

Drh. Pandu Tri Bakti bersama istri dan anak-anak tercinta.
Saat ini ayah dari 3 orang putri ini sangat bahagia karena PDHI Jatim II sudah mengalami banyak kemajuan dan perkembangan. Hal ini di tunjukkan dengan semakin banyak rangkaian kegiatan yang diselenggarakan demi kemajuan profesi dokter hewan dan jumah anggota PDHI Jatim II pun juga semakin banyak.
Hal ini menunjukkan bahwa dokter hewan kita semakin sadar akan kebutuhannya menjadi anggota yang tidak hanya sekedar kumpul-kumpul tapi dengan adanya wadah yang tepat bagi profesi, kita dapat bertukar informasi, menambah wawasan dan adanya ikatan keluarga untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia yang lebih sehat dan maju.
Tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan bagi anggota dokter hewannya, juga harus mampu memberikan wawasan dan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya kesehatan hewan, begitu tambahnya.
Tantangan besar Perhimpunan Dokter Hewan di Jawa Timur II saat ini adalah memasyaraktkan profesi dokter hewan dan menambah pengertian masyarakat yang kurang memahami bagaimana memperlakukan hewan dengan tepat sehingga kenyamanan untuk memelihara hewan dan rasa membutuhkan dokter hewan sebagai bagian dari kesehatan hewan akan tumbuh di hati masyarakat. Adanya jalinan hubungan yang baik antar dokter hewan dengan masyarakat yang akan semakin memudahkan kita mewujudkan bangsa Indonesia yang berkualitas. |