Edisi X
Januari 2008

HALO DOKTER HEWAN
- Selamat Tahun Baru

VISI
- Praktisi HewanKecil, Sudah Andalkah di Masyarakat?

WAWASAN
- Dairy Farming di Pakistan

PROFIL
- Drh, Pandu Tri Bakti

SATWA
- Satwa Liar Indonesia, Akan Segera Punah?

- Hari Kebebasan Lutung Jawa

UNGGAS
- Heat Stress Ayam

- Dilarang di Eropa, Dipromosikan di Asia

KLINIK
- LDA Correction

CONTINUING EDUCATION
- Teknik Sterilisasi Hewan Kecil Metode Flank & Middle Line

BRAIN DRAIN
- Datangkan Semua Orang

AKTIF
- Cat Show, Pameran Keindahan dan Kesehatan Kucing

PIDHI
- Bakti Sosial

VET FAMILY GATHERING
- Eratkan Kekeluargaan

POJOK
- PDHI dan Qurban


B R A I N  D R A I N


Oleh:
Drh. Deddy F. Kurniawan
Operational Manager
Klinik Hewan Suropati
Batu - Jawa Timur
deddyfk@yahoo.com

Datangkan Semua Orang!

Alhamdulillah klinik kami (Klinik Hewan Suropati, Kota Batu) sudah berumur 10 bulan. Bukan waktu yang cukup untuk bicara banyak, namun sudah cukup untuk punya cerita. Selama 10 bulan ini kami hanya berjalan seperti “klinik pada umumnya” yang lebih banyak pasif “menunggu orang datang”. Beberapa kegiatan aktif yang dilakukan agaknya masih belum cukup mendongkrak secara cepat perkembangan klinik. Pasien mulai berdatangan, langganan mulai terdaftar, penitipan dan grooming sudah mulai ramai terutama menjelang lebaran dan tahun baru yang lalu (pada saat tulisan ini dibuat, klinik kami sedang merawat 3 pasien penitipan dan 1 pasien rawat inap), kepercayaan orang untuk merawat-inapkan sudah mulai ramai dan kepercayan diri mulai meningkat. Kami bersyukur semua berjalan meski tidak seindah yang kami bayangkan sebelumnya. Tekad kami hanya satu, berharap apa yang kami rintis ini bermanfaat bagi profesi yang mulia ini.

Beberapa minggu yang lalu, kami mengunjungi sebuah klinik hewan yang didirikan di Kota Kediri dan mendengar cattle shop yang sudah didirikan beberapa tahun terakhir di Ngunut-Tulungagung akan menyusul berubah menjadi klinik hewan (alhamdulillah, akhirnya ada juga yang memiliki ide sama. Semoga beberapa waktu ke depan bermunculan pula klinik hewan-klinik hewan di kota lainnya). Terakhir, ada seorang kolega Dokter Hewan asal Sendang-Tulungagung juga berencana mendirikan klinik dan se-orang kolega asal Ngawi yang mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota juga sedang merintis sebuah klinik hewan bersama kolega lainnya di Ngawi. Semua ini adalah berita yang membahagiakan dan memperkuat keyakinan kami bahwa profesi ini akan semakin berkibar. Kami berharap klinik hewan di kota-kota lainnya menyusul.

Mendirikan klinik tidaklah sulit, asal ada kemauan..
Ketika kami berdiskusi dengan kolega asal Sendang-Tulungagung untuk memotivasi pendirian klinik, beliau sempat bingung dengan persyaratan yang rumit jika akan mendirikan klinik. Kolega ini bingung dengan ukuran gedung, peralatan yang harus lengkap, alat-alat laboratorium dan sebagainya. Akhirnya kami ceritakan bagaimana Klinik Hewan Suropati ini didirikan dari ide besar namun dimulai dengan hal yang sangat sederhana. Kesimpulannya adalah, action dulu...tidak mungkin semua sempurna pada awalnya, perbaikan akan selalu ada.


Klinik Hewan Suropati, Batu - Jawa Timur

Bagaimana memulai pendirian sebuah klinik..?
Klinik Hewan Suropati didirikan dari diskusi ringan yang berkesimpulan bahwa profesi ini membutuhkan wadah aksi untuk para kolega Dokter Hewan. Kami tidak berpikir tentang peralatan dan ruangan apalagi perijinan, mungkin kami termasuk penganut paham “The Power of Simplicity”. Ya, sederhana dan “to the point”. Itulah gaya pendirian Klinik Hewan Suropati. Lucunya, ide itu muncul begitu saja dan akhirnya kami bersepakat mendirikan klinik ini meski dengan “terlalu banyak” keterbatasan. Klinik ini dimulai dari 5 kolega Dokter Hewan yang berada di Kota Batu dan hampir semuanya bukan “klinikus”. Hampir semua pendirinya adalah “Dairy Cow Practisioners”, tapi semua memiliki pemahaman yang sama untuk bersatu. Memang ide awal pendirian klinik ini adalah untuk bersatu. Oleh karenanya kami ingin mengajak seluruh kolega untuk bergabung dan berharap kolega lainnya juga bergabung dengan klinik hewan terdekat yang ada disekitar mereka.

Oh ya, dalam perjalanannya ada saja bantuan dan kontribusi yang didapatkan Klinik Hewan Suropati ini. Kontribusi sumbangan maupun pinjaman diterima bahkan patungan dilakukan untuk memoles klinik hewan ini. Bagaikan magnet, pendirian klinik hewan ini menarik banyak energi untuk memenuhi ‘isi’ klinik hewan ini. Saat ini kami juga baru mendapatkan anggota tim baru yang bergabung bersama bendera klinik hewan.

Sekarang, saatnya klinik hewan ini memikirkan langkah yang lebih agresif untuk meningkatkan “isi dompet” finance manager kami. Sebagaimana telah disampaikan pada edisi sebelumnya, langkah awal untuk mendapat income adalah mendatangkan orang sebanyak mungkin ke klinik dengan berbagai cara. Promosi yang biasa dilakukan adalah MLM (Mulut Lewat Mulut), menyebarkan leaflet, brosur dan kartu nama, memberikan discount dan lain sebagainya.


Klinik Hewan Suropati, Batu - Jawa Timur

Metode lain yang akan direkomendasikan adalah membuat event atau acara. Bagi klinik hewan yang memiliki ruangan luas dan lokasi yang stretegis, sebaiknya event itu dilakukan di area sekitar atau di dalam klinik hewan. Namun jika tidak memungkinkan, kegiatan bisa dilakukan dimana saja namun nama klinik hewan harus eye-catching sehingga mudah dikenali oleh audience. Event yang akan dilakukan disesuaikan dengan potensi masing-masing kota. Berikut beberapa alternatif kegiatan yang bisa dilakukan adalah:

1. Milk Day
Sesuai namanya, dalam kegiatan ini klinik hewan bisa mensponsori kegiatan minum susu gratis untuk anak-anak sekitar klinik hewan atau di sebuah sekolah. Kegiatan ini tidak membutuhkan biaya besar (dibatasi saja sesuai kemampuan klinik jika perlu) namun efeknya sangat besar. Jika 1 gelas (200 ml) susu membutuhkan biaya sebesar Rp. 1000,- maka untuk 100 anak hanya membutuhkan Rp. 100.000,- saja. Jika public relation klinik hewan cukup bagus, klinik hewan hanya cukup menjadi event organizer utama dan stake holder (seperti KUD, DISPET kota, kepala kelurahan, atau pejabat lokal) bisa digaet untuk bekerjasama. Bukan hanya mempromosikan klinik hewan, tapi juga berkontribusi dalam perbaikan gizi masyarakat.

2. Calf Club
Lomba dan show anak hewan, bisa puppy (anak anjing), kitten (anak kucing), calves (pedet), bamby (anak rusa), lamb (anak domba) atau chick (anak ayam). Calf Club ini di adopsi dari apa yang terjadi di New Zealand yang telah menjadikan Calf Club sebagai agenda nasional setiap musim semi dan menjadi daya tarik wisata tersendiri. Anak-anak diajarkan untuk memahami kehidupan hewan sejak mereka kecil, terutama untuk calves dan lamb, anak-anak diajarkan untuk mengerti dunia orang tua mereka sejak mereka kanak-kanak. Mereka akhirnya paham dari mana semua yang mereka nikmati di rumah mereka berasal. Barangkali kita bisa meniru apa yang dilakukan McDonald’s. Iklan mereka di televisi selalu bertema anak-anak. Kenapa..? karena ketika si anak datang, orang tua mereka juga pasti akan datang.

3. Client Education Seminar / Training
Ini barangkali kegiatan yang paling mudah dilakukan, dan jika berhasil, efeknya akan berdampak sangat besar pada perkembangan klinik hewan. Seringkali kita bingung dengan pembicara yang akan mengisi acara tersebut, padahal jawabannya sederhana; kenapa tidak Dokter Hewan Klinik Hewan itu sendiri saja yang menjadi pembicaranya? Setahu kami, untuk bisa berjalan, seminar hanya butuh 3 komponen, yaitu pembicara (kita hanya butuh Dokter Hewan yang tahu ilmu veteriner; kami yakin setiap klinik hewan memilikinya), audience, dan tempat yang layak (yang penting audience bisa duduk nyaman, tidak harus di hotel). Acara bisa dikomersilkan atau digratiskan untuk menarik lebih banyak orang.

4. Cat/Dog Show tingkat lokal
Seringkali kita bingung dengan juri. Padahal jika kita berpikir kembali bagaimana seseorang bisa menjadi juri, kita akan sepakat bahwa mereka hanyalah orang-orang yang ‘dianggap tahu’ tentang hewan yang dipertontonkan. Nah, kalo kita mau jujur..bukankah seharusnya Dokter Hewan adalah orangnya..? Mungkin ada yang bilang, kan butuh kriteria-kriteria dan pengalaman tertentu untuk jadi juri. Kita bisa bilang, jika begitu kita buat kriterianya sendiri. Bukankah akhirnya subyektifitas juri akan menentukan pemenangnya? kenapa harus takut menjadi juri? Akhirnya kita mungkin hanya butuh piala dan medali sebagai pelengkap pemenangnya. Mudah kan..?

5. Vet Social Responsibility Action (VSR Action)
Kegiatan ini tidak perlu mahal dan effort yang besar. Bahkan mungkin hanya butuh waktu dan sedikit energi, tidak butuh biaya. Bentuknya bisa dengan melakukan pemeriksaan gratis pada hari tertentu dalam sebulan (misalnya pemeriksaan gratis setiap tanggal 1 setiap bulannya) atau penyuluhan aktif seperti yang dilakukan oleh Klinik Hewan Suropati sejak Agustus 2007 yang lalu.

Nah, banyak cara bisa dilakukan untuk mendongkrak popularitas profesi ini. Permasalahannya bukan bisa atau tidak bisa, tapi MAU ATAU TIDAK..?!

 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by