|
A R T I K E L

Oleh:
Drh. Luki K. Wardhani
Malang - Jawa Timur
drh-luki@telkom.net
Dilarang di Eropa, Dipromosikan di Asia
Hampir 200 juta ayam petelur dipelihara secara intensif dengan metode kandang battery. Kondisi yang demikian menyebabkan penderitaan terhadap fisik maupun psikologis ayam.

Foto: Compassion in World Farming Trust (CIWF) - UK (www.ciwf.org)
Penelitian yang dilakukan di beberapa negara di Eropa dan USA terhadap pemeliharaan ayam secara intensif telah menyita perhatian sebagian pemerhati kesejahteran hewan di seluruh dunia. Hanya dengan ukuran kandang yang tak lebih dari ukuran kertas A4 yang menjadi tempat tinggal ayam selama hampir 52 minggu untuk menghasilkan telur hampir 300 butir per ekor.

Foto: Compassion in World Farming Trust (CIWF) - UK (www.ciwf.org)
Dengan alasan untuk meningkatkan kehidupan ayam sealami mungkin dengan menyediakan tempat bagi ayam untuk mengepakkan sayap, bertengger, mandi debu, mencari serangga untuk kebutuhan makan bahkan untuk bersarang, maka ayam dilarang dipelihara dalam kandang battery.
Hal yang lebih serius terhadap upaya pelarangan tersebut adalah perhatian terhadap kelangsungan ketersediaan makanan asal hewan, mengurangi adanya residu antibiotik dari daging ayam, penyebaran penyakit serta dampak buruk lingkungan sekitar serta kondisi ekonomi masyarakat pedesaan dari pemeliharaan ayam secara intensif.

Foto: Compassion in World Farming Trust (CIWF) - UK (www.ciwf.org)
Di beberapa negara Asia promosi terhadap sistem pemeliharaan yang kurang mensejahterakan hewan dan akan berdampak terhadap kesehatan dan penyebaran penyakit mulai diperkenalkan. Apalagi kasus flu burung yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia serta perekonomian Indonesia baru saja usai. Tercatat tahun 2006, populasi ayam petelur di Indonesia adalah sekitar 95 juta ekor.
Bagaimana kita menyikapi informasi yang tergolong baru ini?
|